Categories
Islamic

JIWA TARBAWI 689 BAHAYA MENGABAIKAN AL-QUR’AN (هجر القرآن)

JIWA TARBAWI 689

BAHAYA MENGABAIKAN AL-QUR’AN (هجر القرآن)

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

( الفرقان : ٣٠)

Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.” Dan seperti itulah telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.

(Al Furqan : 30)

Imam Ibnu Katsir menyebut dalam kitab tafsirnya,

“Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang NabiNya, iaitu Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bahawa dia mengatakan:

يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.

(Al-Furqan: 30)

Demikian itu kerana orang-orang musyrik tidak mahu mendengar Al-Qur’an dengan penuh ketaatan, tidak mahu pula mendengarnya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh FirmanNya dalam ayat lain:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya.

(Fussilat: 26)

Apabila dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, mereka melakukan hiruk-pikuk dan banyak berbicara tentang hal lainnya hingga orang-orang tidak dapat mendengarkannya. Ini merupakan salah satu sikap yang meng­gambarkan ketidakacuhan kepada Al-Qur’an, tidak mahu beriman kepada Al-Qur’an serta tidak membenarkannya, termasuk sikap meninggalkan Al-Qur’an.

Termasuk sikap tidak mengacuhkan Al-Qur’an ialah tidak mahu merenungkan dan memahami maknanya.

Termasuk ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur’an ialah tidak mengamalkannya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya, serta tidak meninggalkan larangan-larangannya.

Termasuk pula ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur’an ialah mengkesampingkannya, lalu menuju kepada yang lainnya, baik berupa syair, pendapat, nyanyian atau main-main, cerita atau pun metod yang diambil bukan darinya.

( Kitab Tafsir Ibnu Katsir )

Itulah sikap Hajrul Quran (هجر القرآن) iaitu sikap menjauhi dan tidak memperdulikan akan ayat-ayat Allah yang masih berlaku sehingga kini di kalangan ummat ini.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

” Hajrul Qur’an ( Menjauhi Al Quran ) itu ada beberapa bentuk:

Pertama, tidak mendengarkan, tidak mengimani, dan tidak memperhatikannya.

Kedua, tidak mengamalkannya dan tidak menegakkan apa yang dihalalkan dan diharamkannya walaupun seseorang itu membacanya dan mengimaninya.

Ketiga, tidak menjadikannya sebagai hukum dan tidak berhukum dengannya, baik menyangkut prinsip-prinsip agama mahupun cabang-cabangnya, serta meyakini bahwa al-Qur’an tidak memberi faedah keyakinan dan petunjuk-petunjuknya tidak mengandungi ilmu.

Keempat, tidak mentadabburinya, tidak memahami maknanya, dan tidak mengetahui apa yang diinginkan darinya oleh yang mengatakannya (iaitu Allâh).

Kelima, tidak menjadikannya sebagai ubat untuk segala macam penyakit hati dan mencari ubat penyakit hati tersebut dengan selainnya, serta tidak mengambilnya sebagai ubat .

Kesemuanya ini termasuk dalam pengertian firman Allah ta’ala,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul, “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.”

Al Furqân :30

( Kitab Al Fawaid )

Di dalam buku BAHAYA MENGABAIKAN AL-QUR’AN,

tulisan PROF. DR. MAHMUD AL-DAUSARY menyebut,

“Bahawa “mengabaikan al-Qur‟an” (Hajr al-Qur‟an) memiliki makna- makna berikut ini:

1. Tidak mengimani dan memperdulikannya secara total.

3. Mengatakan perkataan yang buruk tentang al-Qur‟an, dan persangkaan bahwa al-Qur‟an itu adalah sihir, atau syair, atau dongeng-dongeng orang terdahulu. Dan pernyataan yang buruk seperti ini terhadap al-Qur‟an jelas termasuk sebuah bentuk pelecehan terhadapnya.

5.Berpaling dan menjauhi al-Qur‟an, tidak menyimaknya, dan sengaja mengangat suara sia-sia jika ia dibacakan agar tidak ada yang mendengarkannya.

7. Tidak mengamalkan dan menjalankan perintahnya, serta tidak meninggalkan larangan-larangannya.

9. Tidak menerapkannya sebagai sumber hukum dan tidak berhukum padanya.

11. Tidak mentadabburi dan berusaha memahaminya.

13. Tidak membaca dan menghafalnya, atau melupakannya setelah menghafalnya.

15. Tidak menjadikannya sebagai sarana penyembuhan dan pengobatan.

16. Perasaan berat dalam dada terhadap al-Qur‟an. ”

Berdasarkan hal itu, maka jika pengabaian terhadap al-Qur‟an itu dalam bentuk tidak mengimaninya, atau berpaling darinya dan tidak berhukum kepadanya secara total, atau meremehkan/mempermainkannya; maka itu semua jelas adalah sebuah kekufuran yang nyata.

Dan jika pengabaian itu bermakna pengabaian yang menyebabkannya melupakan ayat-ayatnya setelah menghafalnya, maka Ibnu Hajar al-Haitamy rahimahuLlah menyebutkan ia termasuk dosa-dosa besar.

Adapun jika pengabaian itu berkaitan dengan tidak mengamalkannya- dengan tetap mengimani dan meyakini bahawa ianya merupakan Kalam Allah Ta‟ala yang wajib diikuti, maka itu adalah sebuah dosa yang besar atau kecilnya bergantung pada jenis penyimpangan itu sendiri.

Dan adapun jika pengabaian itu bermakna tidak membaca, atau tidak mentadabburi, atau tidak menjadikannya sebagai sarana penyembuhan-padahal ia mampu untuk melakukannya, namun ia tidak melakukannya, maka ia dihukum atas perbuatannya itu sesuai dengan kadar kelalaiannya.

Namun jika ia tidak mampu melakukannya, maka tentu Allah Ta‟ala tidak akan membebankan seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. Tentu dikecualikan dalam hal ini bacaan al-Qur‟an yang menjadi syarat sahnya salat, seperti membaca al-Fatihah, kerana ia adalah perkara yang wajib atas setiap muslim dan tidak boleh ditinggalkan sama sekali.

Justeru, perhatikanlah sikap mu terhadap Al Quran.

ABi

t.me/JiwaTarbawi/981

By donshafi9️⃣1️⃣1️⃣

May Allah s.w.t. grant us His taufiq so that we may taste the sweetness of our faith and gratitude and experience the pleasure of worshipping Allah . Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

*Mohon share di group2 lain. Semoga bermanfaat Barakallahu fiikum*

*Jazāk Allāhu Khayran*

👉The views expressed in this article are the author’s own and do not necessarily reflect my stance @donshafi911.

👉Kenyataan berita atau artikel ini adalah pandangan peribadi penulis dan tidak mewakili pendirian @donshafi911.

👉 https://vk.com/club176201652

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s