Bisikan Ruh Ramadhan 5

Bisikan Ruh Ramadhan 5

Mendekati Al Quran.

Allah ta’ala menurunkan Al Quran kepada Rasulullah ‎ﷺ berserta dengan asuhan, didikan dan pengarahan supaya Baginda ‎ﷺ dapat menerima, memahami, mengambil faedah dan menghayati Al Quran dalam seluruh kehidupannya.

Sekali gus, Al Quran terjelma dalam keseuruhan akhlaq Baginda ‎ﷺ.

Firman Allah ta’ala,

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ﴿١٦﴾إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ ﴿١٧﴾فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ﴿١٨﴾

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

(Al Qiyamah : 16-18)

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَـٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿هود: ١٢٠﴾

Dan tiap-tiap berita dari berita Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), untuk menguatkan hatimu dengannya. Dan telah datang kepadamu dalam berita ini kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.

(Hud : 120)

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا ﴿الفرقان: ٣٢﴾

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan Al-Quran itu kepada Muhammad semuanya sekali (dengan sekaligus)?” Al-Quran diturunkan dengan cara (beransur-ansur) itu kerana Kami hendak menetapkan hatimu (wahai Muhammad) dengannya, dan Kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu persatu.

(Al Furqan : 32)

Sejak awal nubuwwah, sehinggalah 23 tahun di persada perjuangannya, Rasulullah ‎ﷺ sentiasa menerima perintah dan arahan dari langit, berupa wahyu dari Tuhannya sebagai tuntutan terhadap Al Quran. Antaranya:

1. Membaca Al Quran dengan nama Allah.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿العلق: ١﴾

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

( Al ‘Alaq : 1 )

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿العلق: ٣﴾

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah

( Al ‘Alaq : 3 )

2. Membaca Al Quran dengan tartil.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا ﴿المزمل: ٤﴾

Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

( Al Muzzammil : 4 )

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا ﴿الفرقان: ٣٢﴾

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

( Al Furqan : 32 )

3. Membacakan Al Quran kepada manusia iaitu mendakwahkannya dan mendidik manusia dengannya.

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا ﴿الكهف: ٢٧﴾

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.

( Al Kahfi : 27 )

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّـهِ أَكْبَرُ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ﴿العنكبوت: ٤٥﴾

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

( Al ‘Ankabut : 45 )

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿الجمعة: ٢﴾

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

(As Saf : 9)

Sesungguhnya nikmat Islam lengkap dengan sempurnanya penurunan Al Quran.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

(Al Maidah : 3)

Rasulullah ‎ﷺ telah tinggalkan Al Quran dan As Sunnah untuk ummatnya agar tetap di atas jalan kebenaran.

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

( الموطاء امام مالك، 1395)

“Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”

( Muwatha’ Imam Malik, 1395)

Namun, apakah kita serius dalam menghayati perintah dan arahan Al Quran?

Justeru, jadikanlah ia ( Al Quran ) sebagai perintah dan arahan untuk diri kita jua dalam menghayati kehidupan bersama Al Quran. Hampirilah ia dengan mempelajari, membacanya, mengajarkannya dan beramal dengannya.

وعن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏ “‏خيركم من تعلم القرآن وعلمه‏”‏ ‏

(‌‌‏رواه البخاري‏, 4639).‏

“Sebaik-baik kamu ialah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.”

(HR Bukhari,4639)

(اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه)

(رواه مسلم ،804)

” Bacalah Al Quran, sesungguhnya ia akan datang pada Hari Qiyamah sebagai pemberi syafaat kepada pembacanya”.

(HR Muslim, 804 )

ABi

Leave a comment