Assalammu’laikum

Assalammu’laikum

Supaya perkataan mampu memberikan kesan positif kepada pendengar, semestinya perkataan tersebut mengalir dari hati yang jernih. Hati yang jernih adalah hati yang di dalamnya tidak
ada kebencian, kecemburuan, kedengkian, kezaliman, dan kejahilan. Jika suatu perkataan berasal dari hati yang jernih, ketika disampaikan kepada orang yang ingkar, orang itu akan berubah menjadi orang yang beriman.

~ Syams Tabrizi ~

(Al-Furqān):63 – Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Oleh karena mereka senantiasa mengingat Ilahi, apapun perkataan
yang terlontar dari lisan akan senantiasa mengandung keselamatan.Bahkan percakapan keseharian pun mengandungi keselamatan dan sejahtera .

Kata Maulana Rumi dalam fihi ma fihi:

Makrifat seseorang sebanding dengan keteguhan. Semakin teguh seseorang,
kesufian dirinya akan semakin menjadi.

Perkataan adalah aroma jiwa.
Meskipun seseorang berkata jujur,
oleh karena jiwanya licik, aroma kelicikan akan tercium dari jiwanya.

Demikian halnya, jika perkataan ketidakjujuran terucapkan,
oleh karena jiwanya jujur,
aroma kejujuran akan tercium dari jiwanya.

Jika seseorang khianat, akan tercium aroma pengkhianatan, meskipun ia berusaha menyembunyikannya.


صلوا على الحبيب ﷺ

شهررمضانالمبارك

‏بارك لنا في رمضان وأجعلها أشهر فرج للمسلمين
وغياث للمسلمين وصلاح للمسلمين
ودفع للبلاء عن المسلمين
أمين يارب العالمين

Leave a comment