THE GREAT DIVIDE

THE GREAT DIVIDE

As I see it there will be no coming together, no reset, no dialogue to engender agreement, no detente to foster friendship. The USA and its allies will draw closer and create a wall of hatred toward all others.

What will they call the others, those beyond the pale, the excluded, the unwanted, the villains and enemies of freedom? They will surely coin some phrase to suit.

They will certainly be ‘THE FREE WORLD’, pure, sanctified by perennial self-praise, aloof and above, ever the judges and police force over our world.

Perhaps the others will be called ‘THE ENEMIES OF FREEDOM’ or suchlike, something suitably vilifiable.

We will move inexorably toward the great divide and behind the walls on its perimeter will be vast armies, weapons and cascades of vitriol. We will enter a living book named ‘1984‘ with an enemy ‘over there’ constantly plotting to destroy democratic values and enslave the free souls of the free world.

Mainstream news will broadcast views minute by minute concerning the latest plots discovered by nameless intelligence agents of the nefarious foreign agents who have formed sleeper cells and of the ‘possible’ major campaigns of cyberwar they have thwarted. Fear will stalk every corridor and hallway. ‘The Russians’, ‘The Chinese’, ‘The Iranians’, ‘The Cubans’ and all the other black-hearted monsters used to warn children to be good and read their anti-dictatorship pamphlets or be delivered over to be tortured by those fiends.

The war of words will be sloganized in every train, tram and underground carriage. Airports will be given special procedures with which to search for ‘sleepers’, ‘puppets’, ‘bots’ and ‘agents’. Neighbor will fear neighbor. Special offices will take calls on suspicious characters seen by the public acting strangely. No one will be safe or feel safe.

Dissent to be eliminated. No news that not reflecting state news is fake news and to be banned so it cannot infect the morale of the people. Only one narrative to be allowed to prevail. Too many lives would be lost if people are allowed to spread lies that aid the ‘Sleepers’ in their cells. The message? Total war against the evil dictators who hate us. This following on from the war on terror and a now renewed war on drugs. All must obey to be safe. To refuse is to risk all. All dissidence now crushed for the freedom of all.

The USA, UK and Europe link in unbreakable bonds of self-protection against the enemy who seeks at every moment to create division between them, resolute, on guard, ever-suspicious, ever-vigilant, ready to repulse the malignant, ever-active enemy with ultra-punitive force.

Meanwhile in China life goes on much as normal. Infrastructure connecting remote vastnesses is built. Trade with nations nearby increases and good relations are supported by growing trust and inter-dependency. Now and then a glance is cast at the growing wall of words being erected in the West. Shrugs are shrugged before attention turns once more to creating better lives for all around.

In Russia the plan to spread the better lives of the cities to the remotest districts is ongoing. Areas in Siberia and the largely uninhabited eastern regions are slowly coming to life with better transport links, offers of free land and increasing funds from Moscow. Trade with China is booming and with Vietnam, Cambodia and others within Eurasia. Little heed is paid to the constant drumbeat from the West. What can be done to alleviate their self-created suffering? Nothing. Every offer of the hand of friendship is rejected with wild eyed paranoia suspecting a trap, a ruse, a fiendish ploy. Finally the offers end and the West is left to its slow decline into self-inflicted madness.

The West indeed declines. Lost in a myopia, of near blindness to reality, convinced of its own lies, it increasingly buries its head in its misery and throws an angry fist toward those it deems responsible. THEY did it! THEY did this to us! While the whole while they did it to themselves of course, ever deepening the divide and destroying their own societies by dint of lies, disinformation and endlessly pervasive propaganda rotting the very core of themselves from within.

In a decade or too little more is heard in the east from the walls the West has built around itself. The quiet too is disquieting. It is like a lid has been placed upon it making a vacuum flask of it. What has become of them?

Within those walls now remain only sheep, hardly able to see in front of them, scared to do unless they saw some terrible visage of an enemy waiting for them, terrified to speak in case it was the wrong thing, glancing about always thinking danger is near, minds full of giant enemies bearing terrible weapons with intent to bring them screaming to the slaughterhouse. Black-clad police stand over them whether protecting or ready to prosecute them no one knows. And always, everywhere that ubiquitous feeling of mind-numbing dread…

All were divided from one another within walls of fear and mistrust. Westerners and their access to sanity had been separated. Freedom had been destroyed from within, the walls of blind delusion had swallowed all sense of the real world that was now totally shut out.

A land of schizophrenia and paranoia had finally frightened itself to silence.

THE GREAT DIVIDE WAS NOW COMPLETE

BAHAGIAN HEBAT

Seperti yang saya lihat tidak akan ada pertemuan bersama, tidak ada pengaturan ulang, tidak ada dialog untuk mewujudkan kesepakatan, tidak ada penolakan untuk mengeratkan persahabatan. AS dan sekutunya akan semakin dekat dan mewujudkan tembok kebencian terhadap semua yang lain.

Apa yang akan mereka sebut yang lain, orang-orang di luar pucat, yang dikecualikan, yang tidak diinginkan, penjahat dan musuh kebebasan? Mereka pasti akan memasukkan beberapa frasa yang sesuai.

Mereka pasti akan menjadi ‘DUNIA PERCUMA’, suci, disucikan oleh pujian diri abadi, yang tersendiri dan di atas, yang selalu menjadi hakim dan pasukan polis di seluruh dunia kita.

Mungkin yang lain akan digelar ‘THE ENEMIES OF FREEDOM’ atau seumpamanya, sesuatu yang sesuai.

Kami akan bergerak tanpa henti ke arah perpecahan besar dan di belakang dinding di perimeternya akan terdapat banyak tentera, senjata dan lata vitriol. Kita akan memasukkan buku hidup yang dinamakan ‘1984’ dengan musuh ‘di sana’ sentiasa merancang untuk menghancurkan nilai-nilai demokratik dan memperbudak jiwa bebas dari dunia bebas.

Berita arus perdana akan menyiarkan pandangan dari minit ke minit mengenai plot terbaru yang dijumpai oleh agen perisik tanpa nama ejen asing yang jahat yang telah membentuk sel tidur dan kempen kemungkinan besar ‘cyberwar’ yang mereka lalui. Ketakutan akan mengekori setiap koridor dan lorong. ‘The Russian’, ‘The Chinese’, ‘The Iranians’, ‘The Cubans’ dan semua monster berhati hitam yang lain memperingatkan anak-anak untuk menjadi baik dan membaca risalah anti-kediktatoran mereka atau dihantar untuk diseksa oleh mereka orang jahat.

Perang kata-kata akan dis slogan di setiap kereta api, trem dan kereta bawah tanah. Lapangan terbang akan diberi prosedur khas untuk mencari ‘tidur’, ‘boneka’, ‘bot’ dan ‘ejen’. Jiran akan takut kepada jiran. Pejabat khas akan memanggil watak yang mencurigakan yang dilihat oleh orang ramai yang bertindak aneh. Tidak ada yang akan selamat atau merasa selamat.

Tidak setuju untuk dihapuskan. Tidak ada berita yang tidak mencerminkan berita negara adalah berita palsu dan dilarang sehingga tidak dapat mempengaruhi moral rakyat. Hanya satu naratif yang dibenarkan untuk berlaku. Terlalu banyak nyawa akan hilang sekiranya orang diizinkan menyebarkan kebohongan yang membantu ‘Sleepers’ di sel mereka. Mesejnya? Perang total melawan diktator jahat yang membenci kita. Ini berikutan perang melawan keganasan dan perang terhadap dadah yang baru diperbaharui. Semua mesti patuh untuk selamat. Menolak adalah mempertaruhkan semua. Semua perbezaan pendapat kini dihancurkan untuk kebebasan semua.

Amerika Syarikat, UK dan Eropah menghubungkan ikatan perlindungan diri yang tidak dapat dipatahkan terhadap musuh yang berusaha setiap saat untuk mewujudkan perpecahan di antara mereka, tegas, berjaga-jaga, sentiasa curiga, selalu waspada, siap untuk menangkis keganasan, sentiasa aktif musuh dengan kekuatan ultra-punitive.

Sementara itu di China kehidupan berjalan seperti biasa. Infrastruktur yang menghubungkan jarak jauh dibina. Perdagangan dengan negara-negara berdekatan meningkat dan hubungan baik disokong oleh kepercayaan dan saling bergantung yang semakin meningkat. Sekali-sekala pandangan dilemparkan ke dinding kata-kata yang sedang berkembang yang didirikan di Barat. Peluk mengangkat bahu sebelum perhatian beralih sekali lagi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk semua orang.

Di Rusia rancangan untuk menyebarkan kehidupan bandar yang lebih baik ke daerah terpencil sedang berjalan. Kawasan di Siberia dan wilayah timur yang sebagian besar tidak berpenghuni perlahan-lahan hidup dengan rangkaian pengangkutan yang lebih baik, tawaran tanah percuma dan peningkatan dana dari Moscow. Perdagangan dengan China berkembang pesat dan dengan Vietnam, Kemboja dan lain-lain di Eurasia. Sedikit perhatian diberikan kepada pemukul berterusan dari Barat. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan penderitaan mereka sendiri? Tidak ada. Setiap tawaran persahabatan ditolak dengan paranoia bermata liar yang mengesyaki perangkap, tipu muslihat, tipu muslihat. Akhirnya tawaran berakhir dan Barat dibiarkan merosot perlahan menjadi kegilaan yang ditimbulkan sendiri.

Barat memang merosot. Hilang dalam rabun, hampir buta terhadap kenyataan, yakin dengan pembohongannya sendiri, ia semakin membenamkan kepalanya dalam penderitaan dan melemparkan kepalan marah kepada orang-orang yang dianggapnya bertanggungjawab. Mereka berjaya! MEREKA melakukan ini kepada kami! Walaupun secara keseluruhan mereka melakukannya pada diri mereka sendiri, tentu saja semakin mendalam dan memecah-belahkan masyarakat mereka sendiri dengan pembohongan, penyangkalan maklumat dan propaganda yang terus menerus merusak inti dari diri mereka dari dalam.

Dalam satu dekad atau lebih sedikit lagi terdengar di timur dari tembok yang telah dibina oleh Barat di sekitarnya. Yang pendiam juga menyusahkan. Ia seperti penutup yang diletakkan di atasnya sehingga membuat termos vakum. Apa yang telah terjadi pada mereka?

Di dalam tembok-tembok itu sekarang hanya tinggal biri-biri, hampir tidak dapat dilihat di depan mereka, takut untuk melakukannya kecuali mereka melihat beberapa wajah musuh yang menantinya sedang menunggu mereka, takut untuk bercakap sekiranya perkara itu salah, melirik selalu memikirkan bahaya adalah dekat, fikiran yang penuh dengan musuh raksasa yang membawa senjata mengerikan dengan niat untuk membawa mereka menjerit ke rumah sembelih. Polis berpakaian hitam menghadap mereka sama ada melindungi atau bersedia untuk menuntut mereka tidak ada yang tahu. Dan selalu, di mana-mana perasaan di mana-mana perasaan mati rasa takut …

Semua berpisah antara satu sama lain di dalam dinding ketakutan dan ketidakpercayaan. Orang Barat dan akses mereka kepada kewarasan telah dipisahkan. Kebebasan telah hancur dari dalam, tembok khayalan buta telah menelan semua rasa dunia nyata yang kini ditutup sepenuhnya.

Tanah skizofrenia dan paranoia akhirnya takut untuk diam.

BAHAGIAN BESAR SEKARANG SELESAI

Leave a comment