Islamic – Rasulullah ﷺ bersabda

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang yang sepertinya, kemudian orang yang sepertinya. Sungguh, seseorang itu diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat maka ujiannya pun berat, namun jika agamanya lemah maka ia pun diuji sesuai kadar agamanya. Ujian tidak akan berhenti menimpa seorang hamba hingga dia berjalan di muka bumi dengan tanpa kesalahan.”

(HR. At-Tirmidzi no.2398)

Hadits ini menjadi petunjuk yang jelas bahwa seorang mukmin ketika memiliki keimanan yang lebih kuat maka cobaan dan ujiannya akan bertambah berat, demikian pula sebaliknya. Kandungan hadits ini juga merupakan bantahan terhadap orang-orang yang berakal lemah yang menganggap bahwa seorang mukmin apabila ditimpa cobaan seperti penahanan, pengusiran, pemecatan dari pekerjaan, atau yang semisalnya, hal itu menunjukkan bahwa orang mukim tersebut tidak mendapatkan keridhaan di sisi Allah.

[Hal ini tentunya berlaku pada mukmin yang senantiasa menjaga hak-hak Allah, menaati kewajibannya dan tidak mempersekutukannya]

Hal ini sebagaimana juga yang ditunjukan oleh sebuah hadits,

“Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Brangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah, namun barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah.”

(HR. At-Tirmidzi no.4031)

Hadits ini menunjukkan hal yang lebih dari yang disampaikan sebelumnya, yaitu bahwa ujian itu hanyalah menunjukkan suatu kebaikan dan bahwa orang yang mendapat ujian itu dicintai oleh Allah jika dia mampu bersabar atas ujian yang Allah berikan serta ridha terhadap ketentuan Allah ‘Azza wa Jalla. Juga dikuatkan dalam hadits yang lain,

“Aku takjub terhadap urusan seorang mukmin. Sesungguhnya urusannya itu baik semua. Jika mendapat apa yang dia sukai maka dia memuji Allah dan hal itu adalah baik baginya, dan jika ditimpa apa yang tidak dia sukai, dia pun bersabar.”

Syaikh Nashiruddin Al-Albani Rahimhullah

Majmu’u Fatawa Al-‘Allamah Al-Albani : 1/168-169

@islamitu_indah

t.me/islamitu_indah/66101

Leave a comment