Seorang jama’ah tabligh pernah di tanya oleh seorang ahli Jihad
JIHADIS: Assalamu’alaikum tuan, mengapa usaha dakwah tuan ini hanya berdakwah untuk memakmurkan masjid-masjid saja, tidak pernah buat jihat perang melawan para kafirin.
JAMAAH: Waalaikumsalam, apakah engkau sudah buat dakwah kepada mereka.,?
JIHADIS: Belum..
JAMA’AH: Jika orang kafir yang kamu perangi mati dan masuk neraka, apakah hati mu merasa senang?
JIHADIS: hanya diam
JAMA’AH: Jika engkau merasa senang dengan kematian mereka dalam keadaan kafir, dan masuk neraka, lantas apa bedanya engkau dengan iblis laknatullah. Karena iblis juga menghendaki semua manusia mati dalam keadaan kafir dan masuk neraka.
Sedangkan keinginan nabi kita Muhammad SAW bagaimana supaya semua manusia masuk ke dalam surga dan selamat dari nerakanya Allah SWT.
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW berkumpul bersama sahabat sahabat nya, kemudian lewatlah jenazah orang kafir yang sedang di usung, tiba-tiba Rasulullah SAW merasa sedih, lalu salah seorang sahabat berkata: wahai Rasulullah,, kenapa engkau bersedih, itu adalah jenazahnya orang kafir. Rasulullah SAW bersabda; itulah yang aku sedihkan bukankah kalian tau kalau mereka mati dalam keadaan kafir, maka mereka akan di neraka selamanya, sementara dakwahku belum sampai kepadanya..
Inilah yang membuat Rasulullah SAW sedih. Rasulullah SAW tidak pernah menghendaki peperangan sebelum dakwahnya telah di sampaikan.
Mengajak manusia taat kepada Allah SWT adalah sunnah yang paling besar, karena orang bisa amalkan agama karena ada yang menyampaikan perkara agama. Dan dengan amal agamalah manusia akan mendapatkan kejayaan dan kesuksesan
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda Barangsiapa yang berpegang teguh pada sunnah ku ketika rusak nya ummatku, maka baginya pahala 100 orang mati syahid ( HR. Baihaqi)
Gambar hanya pemanis
https://www.facebook.com/218061182381823/posts/715671752620761/



